Statistik Situs
Visitors :9333 Org
Hits : 50808 hits
Month : 235 Users
Today : 15 Users
Online : 3 Users
Persembahan
Selamat Bergabung di ruang persahabatan karya Sahabat-sahabatku, anggaplah ruang ini juga sebagai almari dan etalase karya-karya anda, puisi, cerpen dan essay. Tentu saja karya-karya yang ditampilkan diutamakan catatan kehidupan sehari-hari, sebagai sebuah refleksi perjalanan bangsa Indonesia dan untuk kemajuan kebudayaan bangsa yang kita cintai ini.
والسلام سهل الفوأد
"Lanang" Mengungkap Problem Seks dan Spiritual
Suara Pembaruan, Senin, 7-7-2008
http://www.suarapem baruan.com/ News/2008/ 07/07/index. html [JAKARTA] Novel berjudul Lanang karya Yonathan Rahardjo terpilih sebagai pemenang lomba fiksi yang Dewan Kesenian Jakarta tahun 2006 lalu. Yonathan Rahardjo dianggap banyak memiliki kemampuan puitik dan deskriptif, ada memiliki perbedaan dengan kecanggihan gaya memadukan bahasa ala Ayu Utami, Nukila Amal dan Linda Christanty.
Alur cerita ini menggambarkan problema biotik dicampur dengan hal yang sifatnya spiritual. Ada sedikit ketegangan di balik cerita novel tersebut. Bahkan, novel Lanang mempunyai banyak kekuatan menarik. Beberapa di antaranya adalah menyangkut tema cinta dan seks dari seorang d...
Rabu, 09 Juli 08 - oleh : Suara Pembaharuan dalam Topik : Essay | Hits : 21 view
Ekonomi dan Islam
Ekonomi Islam, sebuah kata majemuk yang menjadi trend di kalangan umat beragama Islam. Saat ini, dan konon sejak diturunkannya ajaran Islam, frase “ekonomi Islam” benar-benar tunggal, tak bisa dipisahkan. Seperti sepasang kekasih yang sedang direngkuh api asmara yang tak pernah padam.
Tentu saja perkawinan kata ekonomi dan kata Islam tidak terjadi begitu saja. Ekonomi yang berusia lebih tua dari lahirnya Muhammad SAW telah melanglang buana. Bisa dikatakan, di mana ada sekumpulan manusia, di sana ada operasi ekonomi. Dan setiap kelompok manusia mempunyai cara operasi masing-masing. Entah bagaimana kisah awalnya, apakah berupa tukar-menukar batu, daun, ikan, kerang, atau buah-buahan, yang jelas mereka saling mencoba mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Setiap kelompok manusia tersebut, sepertinya, tidak mungkin langsung merasa kecewa terhadap proses operasi ekonomi yang mereka gerakkan. Sepertinya, semula mereka merasa tidak pernah mendapatkan masalah dalam operas...
Jumat, 30 Mei 08 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Essay | Hits : 47 view
‘Menggoreng’ Sajak di Pasar Malam
Bung Karno!/ Kau dan aku satu zat satu urat/ Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar/ Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh Penyair-prosais Sihar Ramses Simatupang membacakan puisi Persetujuan dengan Bung Karno karya Chairil Anwar itu dengan lantang di Warung Apresiasi Bulungan, Rabu malam lalu. Acara malam itu menandai lahirnya Paguyuban Sastra Rabu Malam (Pasar Malam) yang berikhtiar menggelar pentas sastra secara rutin pada hari Rabu terakhir setiap bulan. Digagas oleh sejumlah penyair dan pegiat sastra, seperti Johannes Sugianto, Zai Lawanglangit, Yonathan Rahardjo, Budhi Setyawan, Dian Ileng, Sahlul Fuad, dan Dedi Tri Riyadi, acara ini bergulir dari keprihatinan terbatasnya jumlah pentas sastra. “Acara-acara yang sudah ada biasanya lebih memprioritaskan sastrawan yang sudah punya nama,” Johannes Sugianto, koordinator pagu...
Selasa, 13 Mei 08 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Puisi | Hits : 57 view
BERANGKAT DARI BAWAH: Sebuah catatan kecil terhadap “konsep Paradigma”
Suatu hari seorang mahasiswa berbincang dengan seorang alumni aktivis Pergerekan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Rupanya mahasiswa itu juga aktivis PMII. Mulanya dari obrolan tentang kegiatan PMII, berlanjut pada sebuah pertanyaan yang menggelitik, “Apa problem yang dihadapi PMII sekarang?” lalu terlontar jawaban singkat, “Ketidakkompakan, jalan sendiri-sendiri.” Sang senior sontak bertanya, “Sudah berapa usia PMII sekarang?” “47 tahun, pak.” jawabnya. “Berarti masalah yang dihadapi oleh PMII sejak empat puluh tahun yang lalu tidak bergeser sampai sekarang,” jawabnya.
Rabu, 19 Maret 08 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Essay | Hits : 128 view
BERANGKAT DARI BAWAH: Secerca Gagasan Tentang Kaderisasi
Isu kaderisasi hampir tak pernah basi di kalangan PMII. Meski usia hampir setengah abad, persoalannya belum juga lenyap. Di sudut-sudut kamar, di warung-warung kopi, bahkan di arena-arena nasional PMII, bisik-bisik tentang kaderisasi masih membikin berisik. Begitu juga teriakan para sahabat di tingkat rayon dan komisariat, koar-koarnya pun membuat suara serak. Ini seperti mencari ujung pantai yang tak kunjung sampai.
Saat saya baca-baca buku biru PMII tentang kaderisasi secara perlahan, lalu membandingkan dengan proses kegiatan, yang dikatakan sebagai, pengaderan, saya jadi merenung sepanjang malam. Apa yang menjadikan demikian? Apakah karena ukuran-ukuran keberhasilan pengaderan cenderung abstrak dan normatif, sehingga sulit untuk dikenali secara konkret?
Baiklah, sepertinya saya perlu telaah sedikit catatan...
Rabu, 19 Maret 08 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Essay | Hits : 183 view
Puisi Kumpulan Tulisan PuisiCerpen Kumpulan Tulisan CerpenEssay Kumpulan Tulisan EssayMahbub Djunaidi Rubrik ini khusus tulisan-tulisan sang Maestro Mabub Djunaidi.
Globatrackr Kunjungan anda dari negara
yahoo.com bersama yahoo
Blogvertise
STOP Plagiat stop plagiat