Welcome : tanpa nama

Login

Username
Password

Register
Forgot Password
Beranda
·Tentang Aku
·Download
·Web Links
·Tulisan
·Album Foto
Interaktif
·Buku Tamu
·Kirim Artikel
·Kontak Kami
·SMS Kami
Rubrik
·Puisi
·Cerpen
·Essay
·Mahbub Djunaidi
Artikel Terakhir
·Mengenal Ludruk
·Cuci Tangan Sengketa Caleg
·Sumpah Umat Beragama
·Perempuan Berkubang Lumpur Lapindo
·Menakar Kekuasaan Presiden Indonesia
·Iman Masa Kini
·2,5 Persen untuk PMII
New Download
·AuraCMS2.1 (349)
Link Terbaru
·SJ Arifin
[Added: 04-Sep-2009]
·Khudori Soleh
[Added: 17-Mar-2009]
·Robikin Emhas
[Added: 03-Feb-2009]
·Wisata Dunia
[Added: 25-Nov-2008]
·Percetakan Caleg
[Added: 28-Oct-2008]
·Nahdlatut Tujjar
[Added: 28-Oct-2008]
·Geofilsafat
[Added: 03-Sep-2008]
·Nuruddin Asyhadie
[Added: 25-Mar-2008]
·Pelanggar
[Added: 06-Jan-2008]
·Dagang Pos Cyber Media
[Added: 04-Jan-2008]
Tampilkan situs Anda di sini.
Tambah link baru
Browse link
Statistik Situs
Visitors :56673 Org
Hits : 148861 hits
Month : 708 Users
Today : 39 Users
Online : 5 Users
Amazon
Amzon
Bahasa Lain
Pilih bendera English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Persembahan

Selamat Bergabung di ruang persahabatan karya

Sahabat-sahabatku, anggaplah ruang ini juga sebagai almari dan etalase karya-karya anda, puisi, cerpen dan essay. Tentu saja karya-karya yang ditampilkan diutamakan catatan kehidupan sehari-hari, sebagai sebuah refleksi perjalanan bangsa Indonesia dan untuk kemajuan kebudayaan bangsa yang kita cintai ini.

 

والسلام
سهل الفوأد

 

Mengenal Ludruk
 Ludruk dikenal sebagai seni pementasan yang melakonkan kehidupan masyarakat umum sehari-hari, legenda, perjuangan tokoh, dan kadang-kadang terkait dengan persoalan politik terkini. Melalui penuturan yang ringan, lepas, dan penuh dengan canda atau humor, plesetan-plesetan, dialog-dialog dalam cerita yang dipentaskan mencerminkan gaya hidup masyarakat Jawa Timur kelompok arek yang terbuka dan setara. Hal ini berbeda dengan seni pementasan ketoprak yang menceritakan kehidupan kerajaan dengan pola tutur bahasa yang disesuaikan dengan tingkat kedudukan kelompok keluarga dan jabatan.

Pementasan seni ludruk biasa dimulai dengan tandakan seperti tari ngremo, atau beskalan putri jika ludruk ala Malangan. Setelah tari ngremo selesai, ludruk dimulai dengan parikan (nembang/ ngidung) yang mirip dengan puisi pantun. Parikan ini biasanya dengan berisi dengan persoalan-persoalan ...
Senin, 03 Agustus 09 - oleh : Sahl al-Fuad dalam Topik : Essay | Hits : 171 view
Cuci Tangan Sengketa Caleg
dimuat di harian Surya Rabu, 13 Mei 2009 |

Pengadilan tidak hanya bicara benar dan salah, boleh atau tidak, tapi harus mampu memberikan solusi agar persoalan yang ada tidak berakhir di jalanan yang mengakibatkan terganggunya kehidupan berbangsa dan bernegara.

PEMILIHAN umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sudah berlalu. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari secara resmi telah mengumumkan hasilnya pada 9 Mei 2009, pukul 22.00 WIB di Jakarta. Sebagian kalangan menilai ini pemilu terjelek sepanjang sejarah. Banyak persoalan belum selesai, seperti runyamnya Daftar Pemilih Tetap (DPT), tertukarnya surat suara, money politics, serta ratusan temuan dugaan pelanggaran pemilu yang dilansir oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). ...

Senin, 20 Juli 09 - oleh : Abdul Ghoffar dalam Topik : Essay | Hits : 117 view
Sumpah Umat Beragama
Kami umat beragama bersumpah
Beragama satu tidak untuk alasan perang
Beragama satu tidak untuk alasan merusak
Beragama satu tidak untuk alasan menipu
Beragama satu tidak untuk alasan jabatan
Beragama satu tidak untuk alasan perkawinan
Beragama satu tidak untuk alasan bayaran

Kami umat beragam bersumpah
Beribadah tidak karena imingan sorga
Berbuat baik tidak karena takut neraka
Berdoa tidak karena ada yang minta
Berbagi tidak karena malu tetangga

Kami umat beragama bersumpah
Tidak menolak pahala, dan siap menyalurkan pada orang susah
Tidak menerima siksa, dan mohon maaf jika salah
Senin, 20 Juli 09 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Puisi | Hits : 65 view
Perempuan Berkubang Lumpur Lapindo

Dimuat di Suara Merdeka, 27 Mei 2009



JUMAT (29/5) lusa genap tiga tahun lumpur panas menyerang Sidoarjo. Saat pertama kali menyembur, banyak orang tidak menduga dampaknya akan begitu luas. Hingga kini berbagai problem sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan yang ditimbulkan oleh bencana ini belum terselesaikan.


Pemberitaan di media massa hanya berkutat pada soal ganti rugi. Padahal, kerugian immateriil dari bencana ini tak sedikit. Ironisnya, perempuan lagi-lagi menjadi ke-lompok korban bencana yang me-nanggung beban lebih kompleks.


Di luar problem kolektif yang dialami para korban lum...

Sabtu, 04 Juli 09 - oleh : Dani Muhtada dalam Topik : Essay | Hits : 94 view
Menakar Kekuasaan Presiden Indonesia

 Saat perumusan Undang-Undang Dasar 1945, mungkin para pendiri bangsa ini tidak sempat membayangkan jika kelak ada seorang presiden Indonesia yang benar-benar ingin memuaskan hasrat kekuasaannya, sehingga merugikan rakyatnya. Apalagi jika kita tengok perdebatan pada saat itu, tampak mereka lebih tertarik pada pilihan antara bentuk pemerintahan republik atau kerajaan. Artinya, mereka dihadapkan pada pilihan bentuk pemerintahan kekuasaan yang dipimpin oleh seorang raja atau presiden dan/atau perdana menteri. Dengan demikian, wajar jika konsepsi kekuasaan yang diberikan pada presiden dalam UUD, ketika mereka menetapkan bentuk republik, diberi kewenangan yang sangat besar, sebagaimana kekuasaan yang dipimpin oleh raj...

Jumat, 26 Juni 09 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Essay | Hits : 153 view
Iman Masa Kini
Sungguh kami beriman kepada Engkau
Tapi lebih beriman pada uang
Engkau Maha Kuasa
Uang bisa buat segalanya

Sungguh kami takut kepada Engkau
Tapi lebih takut lagi pada polisi
Engkau Maha Pengampun
Polisi tak henti introgasi

Sungguh kami percaya kepada Engkau
Tapi lebih percaya lagi pada para peramal
Engkau Maha Bijak
Peramal memberi kami banyak sinyal

Sungguh kami yakin kepada Engkau
Tapi lebih yakin pada google
Engkau Maha Tahu
Google menunjukkan kami tanpa sebel
Jumat, 19 Juni 09 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Puisi | Hits : 175 view
2,5 Persen untuk PMII
animasi gerakan 2,5% membantu PMIIBeberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan para sahabat anggota dan alumni PMII. Berangkat dari komitmen kami untuk kemajuan PMII, kami berharap ada kemajuan-kemajuan signifikan dalam proses pengembangan PMII, termasuk di dalamnya adalah pengurus, anggota, alumni, dan juga infrastruktur PMII.

Ada sinyalemen yang mengatakan bahwa organisasi yang sehat adalah organisasi yang dibiayai oleh warganya sendiri, begitu pula negara yang sehat adalah negara yang dibangun dari biaya rakyatnya melalui pajak. Begitu juga dalam konsep zakat dalam Islam, tidak lain adalah untuk membiayai kebutuhan pengembangan sumberdaya umat menjadi jauh lebih sejahtera.

Dalam AD/ART PMII tentang Hak dan Kewajiban Anggota disebutkan bahwa anggota biasa berkewjiban membayar uang pangkal dan iuran pada setiap bulan y...
Selasa, 26 Mei 09 - oleh : Sahlul Fuad dalam Topik : Essay | Hits : 191 view


 
Puisi
Kumpulan Tulisan Puisi
Cerpen
Kumpulan Tulisan Cerpen
Essay
Kumpulan Tulisan Essay
Mahbub Djunaidi
Rubrik ini khusus tulisan-tulisan sang Maestro Mabub Djunaidi.
Jam
Pencarian
Poll
jika anda diberi kesempatan untuk memimpin sebuah lembaga,

Saya akan terima dengan senang hati
Saya merasa kurang percaya diri meski saya bisa
Saya tidak yakin bisa menjalankan
Saya tidak akan menerima tawaran tersebut
Saya tidak peduli

Pesan Singkat
Sahabat Online
nyambung
online Sahlul
Globatrackr
Kunjungan anda dari negara
yahoo.com
bersama yahoo Yahoo! Personals
Blogvertise
Click Here to Advertise On My Blog
STOP Plagiat
stop plagiatstop-plagiat

Home | About AuraCMS | Album Photo | Recommend | Contact


Powered by AuraCMS v2.1 © 2007,